PSIKOLOGI MANAGEMEN
Gita elsa mardiani
3pa02
13512181
1.
Apa
itu managemen
Secara
etimologis manajemen berasal dari kata “management” yang artinya
ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Dalam bahasa Arab istilah
manajemen diartikan sebagai an-nizam, yang merupakan suatu tempat untuk
menyimpan segala sesuatu dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya.
Secara terminology yang diambil kesimpulannya menurut
para ahli manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya
dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana
untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien.
I.
1.1
Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.
II.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing),
- Pengarahan (Actuating/Directing)
- Pengawasan (Controlling)Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi
lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner ).
1.2
Sebutkan
jenis managemen
Ø Manajemen
Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya
untuk memperoleh sumber daya
manusia yang terbaik bagi bisnis
yang kita jalankan dan
bagaimana sumber daya manusia
yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama
kita dengan kualitas pekerjaan yang
senantiasa kontan ataupun bertambah.
Ø Manajemen
Pemasaran adalah kegiatan
manajemen berdasarkan fungsi yang pada intinya berubah untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen
dana bagaimana cara
pemecahannya dapat diwujudkan.
Ø Manajemen
Produksi adalah penerapan manajemen
berdasarkan fungsi untuk menghasilkan
produksi yang sesuai dengan
standar yang ditetapkan berdasarkan
keinginan konsumen dengan
teknik produksi yang efisien
mungkin dari mulai pilih lokasi produksi hingga produk akhir yang
dihasilkan dalam proses produksi.
Ø Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen
berdasarkan fungsinya yang pada
intinya berubah untuk memastikan
bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan
mampu mencapai tujuan secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.
Tugas manajemen keuangan diantaranya
telah diperoleh di lokasikan
secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
Ø Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen
berdasarkan fungsi nya yang dapat intinya
berubah mematiskan bahwa bisnis yang
dijalankan tetap mampu untuk terus
berlahan dalam jangka panjang.
untuk menyediakan seluruh informasi
yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik infoormasi
internal maupun eksternal
yang dapat mendorong
kegiatan bisnis yang dijalankan
tepat mampu beradaptasi dengan perubuh yang terjadi
dimasyarakat.
Ø Manajemen
Strategi secara sederhana manajemen dapat diartikan sebagai perencanaan
pengorganisasian pergerakan, pengawasan,dalam rangka pengambilan keputusan.
Ø Manajemen
Operasi adalah acara bisnis berfokus pada proses produksi barang atau jasa serta
mematikan operasi bisnis berlangsung
secara efektif dan efisien.
1.3 Apaitu psikologi managemen
Psikologi
manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam
proses manajemen dalam rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Apa itu kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya
dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan
adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan
pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang
ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi
2.2 Teori kepemimpinan
Terdiri
dari 8 teori utama :
1.
Teori Great Man
Anda
mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang
"dilahirkan untuk memimpin". Menurut teori ini, seorang pemimpin
besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan,
kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin
alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah
sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini
menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi
pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya.
2.
Teori Sifat
Teori
sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat
mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin. Teori sifat mengidentifikasi
kepribadian tertentu atau karakteristik perilaku yang sama pada umumnya
pemimpin. Sebagai contoh, ciri-ciri seperti ekstraversi, kepercayaan diri dan
keberanian, semuanya adalah sifat potensial yang bisa dikaitkan dengan pemimpin
besar. Jika ciri-ciri khusus adalah fitur kunci dari kepemimpinan, maka
bagaimana menjelaskan orang-orang yang memiliki kualitas-kualitas tetapi bukan
pemimpin? Pertanyaan ini adalah salah satu kesulitan dalam menggunakan teori
sifat untuk menjelaskan kepemimpinan. Ada banyak orang yang memiliki ciri-ciri
kepribadian yang terkait dengan kepemimpinan namun tidak pernah mencari posisi
kepemimpinan.
3.
Teori kontingensi
Teori
kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin
menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini,
tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan
tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para
pengikut dan aspek situasi.
4.
Teori Situasional
Teori
Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan
variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih tepat untuk
jenis tertentu dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, seorang pemimpin
berada dalam kelompok yang anggotanya berpengetahuan dan berpengalaman, gaya
otoriter mungkin paling tepat. Dalam kasus lain di mana anggota kelompok adalah
ahli yang terampil, gaya demokratis akan lebih efektif.
5.
Teori Perilaku
Teori
perilaku kepemimpinan didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar dibuat
bukan dilahirkan. Teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan para pemimpin
bukan pada kualitas mental. Menurut teori ini, orang dapat belajar untuk
menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi.
6.
Teori Partisipatif
Teori
kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah
mengambil masukan dari orang lain. Para pemimpin mendorong partisipasi dan
kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih
berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif,
bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan pendapat dari orang
lain.
7.
Teori Manajemen
Teori
manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan
kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan
hukuman. Teori manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan
berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau dihukum.
8.
Teori Hubungan
Teori
hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang
terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi
dan menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat penting dan baiknya
suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja anggota kelompok dan juga ingin setiap
orang untuk memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki
standar etika dan moral yang tinggi.
3 Pengertian perencanaan
perencanaan
adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai
tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
3.1 Manfaat perencanaan
a. Membantu
managemen untuk menyusuaikan diri dengan dengan perubahan – perubahan lingkungan.
b. Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah – masalah utama.
c. Memungkinkan
managemen memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
d. Pemilihan
berbagai alternatif terbaik.
e. Standar
pelaksanaan dan pengawasan.
f. Penyusunan
skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
g. Menghemat
pemanfaatan sumber daya organisasi.
h. Alat
memudahkan dalam berkordinasi dengan pikah terkait.
i. Membuat
tujuan lebih khusus,terperinci dan lebih mudah dipahami.
j. Meminimumkan
pekerjaan yang tidak pasti.
k. Menghemat
waktu, usaha, dan dana.
Jenis
perencanaan dalam organisasi
ü Perencanaan
berdasarkan jangka waktu
ü Perencanaan
berdasarkan sifat perencanaan
ü Perencanaan
berdasarkan alokasi sumber daya
ü Perencanaan
berdasarkan tingkat keluwesan
ü Perencanaan
berdasarkan sistem ekonomi yang dianut
ü Perencanaan
berdasarkan cara pelaksanaannya
Contoh Kasus Perilaku Individu dalam Kelompok :
Pelanggaran Etika Individu dan Etika
Organisasi dalam Kasus Citibank
Pada era globalisasi ini, kualitas dipandang sebagai salah satu alat
untuk mencapaikeunggulan kompetitif, karena kualitas merupakan salah satu
faktor utama yang menentukan pemilihan produk dan jasa bagi konsumen. Kepuasan
konsumen akan tercapai apabila kualitas produk dan jasa yang diberikan sesuai
dengan kebutuhannya.Kualitas jasa yang baik merupakan hal yang sangat penting
dalam menciptakan kepuasanpelanggan, namun untuk memahami bagaimana
mengevaluasi kualitas yang diterima olehkonsumen tidaklah mudah. Sebagian besar
kualitas jasa diberikan selama penyerahan jasa terjadidalam proses interaksi
diantara konsumen dan terdapat kontak personil dengan penyelenggara jasa
tersebut.Untuk menciptakan good performance, bank tidak
dapat menghindari fungsinya dari pelayanan nasabah. Pelayanan yang diberikan
kepada nasabahnya akan mencerminkan baik tidaknya bank tersebut. Salah
satu faktor yang mendongkrak pangsa pasar adalah peningkatan kualitas pelayanan.
Kualitas dari suatu pelayanan memang merupakan kewajiban bagiperbankan.
Pelayanan merupakan kunci sukses dari sebuah perbankan. Oleh karena itupelayanan
harus menjadi faktor perhatian manajemen perbankan dalam menjalankan
suatuusaha.Demikian pula yang dilakukan oleh Citibank dengan alasan menciptakan
goodperformance dan mendongkrak pangsa pasarnya, memberikan kepuasan kepada
nasabah,Citibank memberikan pelayanan yang private kepada nasabah Citygold-nya
dengan memberikan Customer service tersendiri, yang melayani seluruh kebutuhan
perbankan customer di Citibank.Tujuan Citibank diatas tersebut sangat baik
sekali menunjang bisnis perbankannya danmemiliki etika bisnis yang baik
terhadap nasabahnya, namun hal tersebut tidak dibarengi dengankontrol
organisasi dan dukungan dari salah satu karyawannya, salah satu
karyawannyamenyalah-gunakan kebijakan yang diterapkan Citibank tersebut.Sebut
saja Malinda Dee alias Inong Malinda yang telah menyalah gunakan
kebijakan Citibank tersebut dan melakukan penyalahgunakan kepercayaan nasabah,
penyalahgunaanblanko yang seharusnya tidak boleh ditandatangani lebih dulu oleh
nasabah, tapi telahditandatangani. Selain itu, BI yang turut menangani kasus
Malinda Dee juga menemukan adanyapenyetoran uang nasabah melalui Malinda.
Padahal, cara seperti ini tidak boleh dilakukan.Penyetoran harus nasabah yang
datang langsung ke teller atau kasir.Memang kasus pembobolan dana nasabah oleh
Malinda ini dipicu oleh lemahnyapengawasan internal dan tak bekerjanya
pengawasan dari para atasan di Citibank. Namunkurangnya kontrol diri dan etika
individu adalah pemicu utama terjadinya pelanggaran etika dantindak kriminal
tersebut.Lemahnya pengawasan internal dan tak bekerjanya pengawasan dari para
atasan diCitibank menjadi masalah pelanggaran etika organisasi juga, hal ini
terlihat pada kasus Irzen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar