Kamis, 02 Oktober 2014

TUGAS PSI. MANAGEN PERTEMUAN 1

 PSIKOLOGI MANAGEMEN

Gita elsa mardiani

3pa02

13512181


1.     Apa itu managemen

Secara etimologis manajemen berasal dari kata “management” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Dalam bahasa Arab istilah manajemen diartikan sebagai an-nizam, yang merupakan suatu tempat untuk menyimpan segala sesuatu dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya.

Secara terminology yang diambil kesimpulannya menurut para ahli manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

I.                1.1 Pengertian Manajemen


Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.

II.             
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: 
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing),
- Pengarahan (Actuating/Directing)
- Pengawasan (Controlling)Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner ).

1.2            Sebutkan jenis managemen

Ø  Manajemen Sumber Daya Manusia  adalah  penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya  manusia  yang terbaik bagi bisnis yang  kita  jalankan dan  bagaimana  sumber daya  manusia  yang  terbaik tersebut dapat  dipelihara dan tetap bekerja bersama kita  dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa kontan ataupun bertambah.

Ø  Manajemen Pemasaran  adalah  kegiatan  manajemen  berdasarkan fungsi yang  pada intinya berubah untuk  mengidentifikasi apa sesungguhnya yang  dibutuhkan oleh  konsumen  dana  bagaimana  cara  pemecahannya  dapat diwujudkan.

Ø  Manajemen Produksi  adalah penerapan  manajemen  berdasarkan fungsi untuk menghasilkan  produksi yang sesuai  dengan standar yang  ditetapkan  berdasarkan  keinginan  konsumen  dengan  teknik produksi yang  efisien mungkin dari mulai pilih lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan  dalam  proses produksi.

Ø  Manajemen  Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan  fungsinya  yang pada  intinya berubah  untuk  memastikan  bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan  mampu mencapai  tujuan  secara ekonomis yaitu  diukur berdasarkan  profit.  Tugas manajemen  keuangan  diantaranya  telah  diperoleh  di lokasikan  secara tepat  dalam  kegiatan bisnis yang  dijalankan.

Ø  Manajemen  Informasi adalah kegiatan  manajemen  berdasarkan  fungsi nya yang dapat  intinya  berubah  mematiskan bahwa  bisnis yang  dijalankan tetap  mampu untuk  terus  berlahan  dalam jangka panjang. untuk menyediakan  seluruh  informasi  yang terkait  dengan  kegiatan perusahaan baik  infoormasi  internal maupun  eksternal yang  dapat  mendorong  kegiatan  bisnis yang dijalankan tepat  mampu  beradaptasi dengan perubuh yang  terjadi  dimasyarakat.

Ø  Manajemen Strategi secara  sederhana manajemen  dapat diartikan sebagai perencanaan pengorganisasian pergerakan, pengawasan,dalam rangka pengambilan keputusan.

Ø  Manajemen Operasi adalah acara bisnis berfokus pada proses produksi barang atau jasa  serta  mematikan operasi bisnis berlangsung  secara  efektif  dan efisien.

1.3   Apaitu psikologi managemen

Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


2. Apa itu kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi

2.2  Teori kepemimpinan

Terdiri dari 8 teori utama :

1. Teori Great Man

Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang "dilahirkan untuk memimpin". Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya.

2. Teori Sifat

Teori sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin. Teori sifat mengidentifikasi kepribadian tertentu atau karakteristik perilaku yang sama pada umumnya pemimpin. Sebagai contoh, ciri-ciri seperti ekstraversi, kepercayaan diri dan keberanian, semuanya adalah sifat potensial yang bisa dikaitkan dengan pemimpin besar. Jika ciri-ciri khusus adalah fitur kunci dari kepemimpinan, maka bagaimana menjelaskan orang-orang yang memiliki kualitas-kualitas tetapi bukan pemimpin? Pertanyaan ini adalah salah satu kesulitan dalam menggunakan teori sifat untuk menjelaskan kepemimpinan. Ada banyak orang yang memiliki ciri-ciri kepribadian yang terkait dengan kepemimpinan namun tidak pernah mencari posisi kepemimpinan.

3. Teori kontingensi

Teori kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi.

4. Teori Situasional

Teori Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih tepat untuk jenis tertentu dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, seorang pemimpin berada dalam kelompok yang anggotanya berpengetahuan dan berpengalaman, gaya otoriter mungkin paling tepat. Dalam kasus lain di mana anggota kelompok adalah ahli yang terampil, gaya demokratis akan lebih efektif.

5. Teori Perilaku

Teori perilaku kepemimpinan didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar dibuat bukan dilahirkan. Teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan para pemimpin bukan pada kualitas mental. Menurut teori ini, orang dapat belajar untuk menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi.

6. Teori Partisipatif

Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil masukan dari orang lain. Para pemimpin mendorong partisipasi dan kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif, bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan pendapat dari orang lain.

7. Teori Manajemen

Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau dihukum.

8. Teori Hubungan

Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat penting dan baiknya suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja anggota kelompok dan juga ingin setiap orang untuk memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki standar etika dan moral yang tinggi.

3       Pengertian perencanaan

perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.

3.1  Manfaat perencanaan

a.    Membantu managemen untuk menyusuaikan diri dengan dengan perubahan – perubahan lingkungan.

b.   Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah – masalah utama.

c.    Memungkinkan managemen memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.

d.   Pemilihan berbagai alternatif terbaik.

e.    Standar pelaksanaan dan pengawasan.

f.    Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.

g.   Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.

h.   Alat memudahkan dalam berkordinasi dengan pikah terkait.

i.     Membuat tujuan lebih khusus,terperinci dan lebih mudah dipahami.

j.     Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.

k.   Menghemat waktu, usaha, dan dana.

Jenis perencanaan dalam organisasi

ü Perencanaan berdasarkan jangka waktu

ü Perencanaan berdasarkan sifat perencanaan

ü Perencanaan berdasarkan alokasi sumber daya

ü Perencanaan berdasarkan tingkat keluwesan

ü Perencanaan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut

ü Perencanaan berdasarkan cara pelaksanaannya


Contoh Kasus Perilaku Individu dalam Kelompok :

 

Pelanggaran Etika Individu dan Etika Organisasi dalam Kasus Citibank
 Pada era globalisasi ini, kualitas dipandang sebagai salah satu alat untuk mencapaikeunggulan kompetitif, karena kualitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pemilihan produk dan jasa bagi konsumen. Kepuasan konsumen akan tercapai apabila kualitas produk dan jasa yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.Kualitas jasa yang baik merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan kepuasanpelanggan, namun untuk memahami bagaimana mengevaluasi kualitas yang diterima olehkonsumen tidaklah mudah. Sebagian besar kualitas jasa diberikan selama penyerahan jasa terjadidalam proses interaksi diantara konsumen dan terdapat kontak personil dengan penyelenggara jasa tersebut.Untuk menciptakan good performance, bank tidak dapat menghindari fungsinya dari pelayanan nasabah. Pelayanan yang diberikan kepada nasabahnya akan mencerminkan baik tidaknya bank tersebut. Salah satu faktor yang mendongkrak pangsa pasar adalah peningkatan kualitas pelayanan. Kualitas dari suatu pelayanan memang merupakan kewajiban bagiperbankan. Pelayanan merupakan kunci sukses dari sebuah perbankan. Oleh karena itupelayanan harus menjadi faktor perhatian manajemen perbankan dalam menjalankan suatuusaha.Demikian pula yang dilakukan oleh Citibank dengan alasan menciptakan goodperformance dan mendongkrak pangsa pasarnya, memberikan kepuasan kepada nasabah,Citibank memberikan pelayanan yang private kepada nasabah Citygold-nya dengan memberikan Customer service tersendiri, yang melayani seluruh kebutuhan perbankan customer di Citibank.Tujuan Citibank diatas tersebut sangat baik sekali menunjang bisnis perbankannya danmemiliki etika bisnis yang baik terhadap nasabahnya, namun hal tersebut tidak dibarengi dengankontrol organisasi dan dukungan dari salah satu karyawannya, salah satu karyawannyamenyalah-gunakan kebijakan yang diterapkan Citibank tersebut.Sebut saja Malinda Dee alias Inong Malinda yang telah menyalah gunakan kebijakan Citibank tersebut dan melakukan penyalahgunakan kepercayaan nasabah, penyalahgunaanblanko yang seharusnya tidak boleh ditandatangani lebih dulu oleh nasabah, tapi telahditandatangani. Selain itu, BI yang turut menangani kasus Malinda Dee juga menemukan adanyapenyetoran uang nasabah melalui Malinda. Padahal, cara seperti ini tidak boleh dilakukan.Penyetoran harus nasabah yang datang langsung ke teller atau kasir.Memang kasus pembobolan dana nasabah oleh Malinda ini dipicu oleh lemahnyapengawasan internal dan tak bekerjanya pengawasan dari para atasan di Citibank. Namunkurangnya kontrol diri dan etika individu adalah pemicu utama terjadinya pelanggaran etika dantindak kriminal tersebut.Lemahnya pengawasan internal dan tak bekerjanya pengawasan dari para atasan diCitibank menjadi masalah pelanggaran etika organisasi juga, hal ini terlihat pada kasus Irzen

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

http://www.slideshare.net/Mazawang/teori-teori-kepemimpinan-28358527

http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan

http://www.slideshare.net/AppleYuu1/perencanaan-27157580

Tidak ada komentar:

Posting Komentar